Rose Angel
Name: Rosa Angela Cindy Chrisantya|
|
Pada 16 September 1970, Sr Lucia menulis, "...setan telah berhasil merembeskan kejahatan dengan kedok kebaikan. Si buta memimpin yang lain hingga menjadi sepeti dirinya. Kejahatan tidak hanya terjadi di dunia yang diliputi kegelapan, melainkan juga di dalam Gereja. Di sana setan mempunyai pengikut. dan pendukugnya yang setia, yang dengan semangat membara terus maju."
Sr Lucia juga mengatakan pada teman biarawatinya bahwa isi "rahasia" ketiga berada dalam kitab Apocalypse tepatnya pada bab VII sampai XII.
Kardinal Joseph Ratzinger, yang pernah diijinkan Paus untuk membacanya, menjelaskan bahwa isi dokumen ini terdiri dari tiga bagian penting:
Pertama Bahaya mengancam iman
Kedua pentingnya akhir zaman
Ketiga sama dengan yang terkandung dalam Kitab Apocalypse
Apakah "rahasia" ketiga masih merupakan rahasia?
"Rahasia" ketiga yang ditulis Sr Lucia ini diserahkan pada Paus Pius XII melalui Uskup Fatima. Paus Pius XII tidak sempat membacanya karena meninggal tahun 1958, dua tahun sebelum batas waktu dokumen itu boleh dibuka. Tiga orang Paus pernah membaca "rahasia" ketiga dari Fatima ini adalah Yohanes XXIII, Paulus VI dan Yohanes Paulus II.
Paus Yohanes Paulus I yang hanya menjadi Paus selama 33 hari (26 Agustus 1978 - 28 September 1978) juga belum sempat membaca dokumen ini. Tetapi setahun sebelum menjadi Paus (sebagai Kardinal Albino Luciano), ketika berkunjung ke Fatima, dia sempat diberitahu secara langsung oleh Sr Lucia isi dokumen tersebut.
Pesan Bunda Maria melalui Sr Lucia adalah, "rahasia" ketiga penamakannya di Fatima ini baru boleh dibuka dan diumumkan kepada umat tahun 1960.
Pada Januari 1960, Paus Yohanes XXIII membuka dokumen ini dan membacanya. Namun kemudian ia memutuskan untuk tidak mengumumkannya ke publik. Demikian pula dengan Paus Paulus VI dan Yohanes Paulus II.
Tahun 1981, Paus Yohanes Paulus II menjawab pertanyaan tentang tetap dirahasiakannya "rahasia" ketiga ini.
"Karena isinya sangat serius, para pendahulu saya memutuskan untuk menunda pengumumannya. Sebab kalau ada pesan tertulis bahwa laut akan menggenangi semua daratan hingga membinasakan umat manusia, maka pesan demikian pasti bukan merupakan berita yang diharapkan. Dengan doa kalian dan doaku, penderitaan bisa dikurangi, tetapi tidak mungkin bisa dihindari. Karena hanya dengan demikian Gereja bisa diperbaharui secara efektif. Sudah berkali - kali pembaruan Gereja muncul dari darah. Kali ini pun tidak akan berbeda."
"Rahasia" ketiga, sebagaimana halnya dengan "rahasia" pertama dan "rahasia" kedua yang telah diungkapkan kepada publik, memang dikhawatirkan mengandung ramalan yang bisa jadi akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat ini. Hal inilah yang barangkali yang menjadi pertimbangan Vatikan untuk menunda pengungkapannya kepada publik. Sr Lucia sangat memahami keputusan ini. "Barangkali "rahasia" ketiga memuat sesuatu yang oleh Bapa Suci dengan bimbingan Roh Kudus, telah dinilai tidak bijaksana untuk diungkapkan sekarang."
"Rahasia" pertama dan kedua mengungkapkan penampakan neraka berupa lautan api dengan setan dan jiwa manusia yang tersiksa. Bunda Maria berpesan kepada Sr Lucia dan dua sepupunya, "Kalian telah melihat neraka, tempat jiwa kaum pendosa. Agar mereka tidak sampai ke sana, Allah ingin mendirikan devosi kepada Harku Yang Tak Bernoda. Jika kamu melakukan pesanku, banyak jiwa akan terselamatkan. Perang ini akan berakhir. Tetapi bila manusia tidak berhenti menghina Allah, perang lainnya yang lebih besar akan pecah."
Perang yang dimaksud adalah Perang Dunia I.
"Rahasia" pertama inilah yang dianggap sebagai nubuat akan terjadinya Perang Dunia II.
Selain itu juga ada tuntutan agar Paus mempersembahkan Rusia kepada "Hatiku Yang Tak Bernoda", yang diyakini sebagai kekalahan Komunis dan kembalinya Gereja di Rusia. Pesan yang lain yang disampaikan melalui "rahasia" kedua adalah anjuran komuni setiap Sabtu pertama sebagai tebusan pada Hati Bunda Maria. Yang juga diyakini sebagai nubuat adalah pernyataan ini: "Saya melihat seorang uskup dengan jubah putih, dan kami yakin itu adalah Bapa Suci. Dia mencapai puncak sebuah gunung dan di sanalah sejumlah tentara melepaskan tembakan dan anak panah kepadanya."
Nubuat inilah yang dianggap sebagai ramalan penembakan Paus Yohanes Paulus II oleh Mehmet Ali Agcha pada 13 Mei 1981. Selain itu ada pula nubuat tentang kelaparan,perang,penyiksaan atas Gereja, dan penyiksaan atas Bapa Suci. Nubuat yang terakhir ini dikait - kaitkan dengan sakitnya Paus Yohanes Paulus II baru - baru ini. Ditambah dengan nubuat Bunda Maria di Garabandal yang menyebutkan, hanya akan ada tiga Paus saja sebelum akhir waktu. Maka bagi mereka yang percaya, ada sebuah tanda tanya besar, akankah ada perubahan dalam gereja setelah Paus Yohanes Paulus II nanti?
(Di Basilica Saint Peter di Vatican, ada galeri foto-foto Paus selama ini, di tempat itu tinggal ada 2 pigura tersisa)
Rosa Angela Cindywah trims yach ^0^ yup g mang suka posting sich tapi suka terburu2 gitchu. setiap g posting langsung bisa ampe 5-10 jurnal. jadi g selalu ol paling banter 3x. g biasanya buat jurnal bulan sebelumnya. u/ bulan April nanti sekitar tgl 20. g link yach blog u ^0^
Post a CommentVox De Angeli (Voice of Angels)
Please Sign My Guestbook!
Sign / View my Guestbook
For every soul there's an angel watching...
The Angel Inside
My 
My Catholic Ways Archive
My Catholic Ways Recent Post
Prayer To Holy Spirit
Tentang Da Vinci Code
E-MAIL ARRIVING FROM AROUND THE WORLD FOR POPE JOH...
QUICK REFLECTION by Cindy
CATHOLIC IDENTITY
Biblical Basis For The Church
Angels United PoemThe Angelical Credits
Angel's Weblogs
Rose Angel (My Web 'blog' site)
Me Who Eat by Cindy
Angel Story @ Friendster
Catholics Website
![]() |
http://www.catholic.org (English) |
| http://www.imankatolik.org (Indonesian) | |
| http://www.gerejakatolik.net (Indonesian) | |
| http://www.ekaristi.org (Indonesian & English) |
Angel's Links
Anastasia Goana